Rabu, 23 Maret 2016

Catatan Harian Rie 1



Catatan Harian Rie

Maret, 2016
Ini catatan penting nggak penting buat kamu, jadi terserah mau membacanya atau tidak. Tapi dimohon jangan memberikan komentar yang membuat saya semakin terpuruk. Terima kasih.
Hm…, mulai dari mana ya?
Kadang, gue bertanya-tanya, apakah orang-orang yang gue kenal memang benar-benar baik? Benar-benar menyukai gue? Atau justru munafik didepan gue, membenci gue dan selalu menjelekkan gue dibelakang?
Sejujurnya gue merasa kepribadian gue bukanlah pribadi yang mudah disukai orang. Justru sebaliknya, sangat mudah dibenci orang.
Jujur, gue sedih.
Belakangan ini sangat sedih karena hampir tidak ada seorang pun yang mengerti gue.
Bagaimana mau mengerti? Mereka selalu menjelekkan gue, menjudge, menganggap gue buruk sebelum memahami apa yang gue rasakan. Yang gue alami. Gue merasa jahat… tapi gue juga merasa mereka jahat. Rumit.
Sebenarnya, gue sudah merasa jika gue mulai diasingkan kembali di kelas. Tapi gue pikir itu baik-baik saja karena gue memiliki teman – teman dekat. Everything’s gonna be okay, like my life in junior high school. Iya, sejak dulu sedikit orang yang bisa mengerti gue apa adanya. Jikalau ada, gue menganggapnya the one and only, satu – satunya yang tidak bisa tergantikan. Gue selalu bisa menjadi diri gue sendiri dihadapannya, dan gue berharap dia juga bisa tampil apa adanya dihadapan gue. Itu adalah pertemanan, sebuah persahabatan yang gue impikan sejak lama. Gue nggak ingin jika gue berteman baik hanya untuk dimanfaatkan, dan gue sangat membencinya.

Then, the problem comes.
Gue tau rasanya sakit hati, dan tidak ada yang peduli dengan gue, justru menyalahkan gue. Hmm. Sulit, bukan? Sebetulnya masalahnya simpel… ah tidak, rumit. Gue iri dengan kesempatan orang lain untuk magang – tepatnya teman dekat gue sendiri-, yang mulanya ditujukan pada gue. Berhubung dia memang tidak sengaja melakukannya, dan bukan salahnya sepenuhnya, gue memaafkan. Gue pikir, tidak ada untungnya bagi gue juga, kan?
Tapi, yang namanya perasaan memang tidak dapat dicegah. Ketika ia mulai sengaja tidak sengaja menceritakan tentang pengalaman atas magangnya itu diberbagai media, gue mulai kesel lagi. Why? Why not me? And why she always talking about? Dan apakah ia tidak tahu, bila gue merasa sedih dan tidak suka karena masalah ini, sehingga gue juga merasa tidak dihargai sama sekali?
Gue benar – benar terpuruk saat itu, serius. Itu adalah masa – masa dimana gue selalu menyalahkan diri gue sendiri… gue selalu menanggap diri gue lemah. Gak bisa apa – apa. Nggak mampu. Down. Tapi tidak ada yang peduli. Tidak ada yang mengerti mengapa gue bisa down, marah, sensitif. Batin gue berkata seolah gue nyesel tidak berada disana. Apakah salah gue, mengapa bukan gue? Itu adalah pertanyaan yang selalu menghantui gue kala itu.
Sekilas, dari pandangan orang luar yang nggak tau apa – apa, gue lah yang salah. Jelas kesempatan itu diraih bukan karenanya, tapi karena guru sendiri. Gue terkesan childish ya? Menyalahkan orang yang tak patut salah. Gue mau bersikap dewasa sebenarnya dengan menerima – tapi itu sulit loh. Sulit sekali, apalagi itu tentang teman terdekat lo sendiri. Seolah kesempatan yang harusnya untuk elo tetapi tidak elo terima.
Jadi, tetap tidak ada yang mau menganggap gue. Mendukung gue. Semua mengatakan secara kasat mata jika gue salah. That’s hurt. Ketika gue menangis, hampir tidak ada yang menghibur. Mereka hanya bertanya karena kepo dan bukan peduli, dan akhirnya memutuskan jika gue yang salah. Sekarang, gue nyesel menjawab pertanyaan – pertanyaan mereka yang jelas – jelas tidak mengenal siapakah gue.
Tapi akhirnya, pelan – pelan gue mau berusaha. Berusaha untuk menerima bukan melupakan, pelan – pelan tidak terlalu mengutuk diri sendiri. Teman – teman dekat gue yang lain, terutama teman semasa SMP, mendukung gue… karena paham gue seperti apa. Mama gue juga begitu, ia memberikan gue saran untuk tetap sabar. Mereka memberikan semangat, meyakini  gue kalau selalu masih ada yang lebih baik kedepannya. [ mata gue  berkaca – kaca loh pas ngetik paragraf ini, serius. (“: ]

And then? The problem is end, right? No, of chourse not. My self problem still continued.
Sekitar satu minggu sebelum giliran gue untuk magang, gue hampir menjadi peserta kompetisi akuntansi. Iya, akuntansi. Mata pelajaran yang sebenarnya gue sangat suka dari SMP dan gue memang menargetkan memiliki prestasi atau setidaknya pengalaman didalamnya. Gue hampir membatalkan giliran gue magang.
Pengalaman berkompetisi, atau magang?
Berhubung gue adalah seorang anak SMK, dan magang adalah salah satu syarat untuk ujian nasional, tentu pilihan magang lebih berat, kompetisi lebih ringan untuk dilepaskan. Ketika gue cerita kepada guru agama gue (karena guru BP kebetulan belum ada), beliau juga bilang hal yang sama. Ia bilang, suatu saat pasti ada kesempatan untuk gue berkompetisi lagi, walau bukan sekarang. Gue yakin, gue berusaha untuk percaya itu. Gue bercerita sambil menangis (lagi) kepadanya. Gue bilang, mam, saya takut bila kejadian itu terjadi lagi. Kejadian dimana harusnya kesempatan saya malah diambil oleh teman dekat saya sendiri. Apalagi teman dekat gue itu bisa dikatakan memiliki kepintaran ralat, kemampuan akuntansi yang hampir sama dengan gue.
Tapi beliau terus meyakinkan gue. Meyakinkan kalau semua hal selalu memiliki waktu yang tepat. Dengan keyakinan itu, gue mengiyakan ucapannya. Gue memutuskan untuk memilih magang, dengan sembilan puluh persen ikhlas.
Well, bisa dikatakan pengalaman magang gue cukup bagus. Kenapa ya… banyak hal menarik, unik, dan gue senang bisa disayangi salah satu karyawan disana, padahal biasanya karyawan itu cenderung cuek dengan anak magang. Mungkin karena gue dan dia memiliki beberapa kesamaan. Oke, lupakan.
Dan, ketika gue kembali bersekolah, batin gue mulai bermasalah lagi.
Apa yang gue takutkan, apa yang gue khawatirkan benar - benar terjadi. Lagi-lagi dia.
Dia yang diikutsertakan dalam kompetisi. Lagi, dan lagi.
Gue akui, gue iri banget. Banget. BANGET.
Sejak masih berada di kelas satu, gue sangat menginginkan kompetisi – entah mengapa. Mungkin karena gue pribadi yang suka bersaing dan selalu menargetkan hal yang tinggi. Gue ingin ada bukti bahwa gue memang pantas berada di kelas akuntansi. Gue tidak mau hanya sekedar nilai bagus di rapor, atau pengakuan dari teman – teman SMP dan keluarga yang mengatakan kalau gue bisa akuntansi. Apa lagi gue sudah belajar akuntansi sejak lama, sudah hampir lima tahun. Masa bertahun – tahun tidak ada hasil sama sekali? Gue takut kalau gue tidak cocok untuk terus fokus pada bidang akuntansi. Gue takut, gue berada dijalan yang salah. Aneh, ya?
Iri banget… tentang dia yang sepertinya hampir selalu mendapatkan apa yang gue harap. Kadang gue juga merasa kalau ini semua nggak adil.
Tapi sekali lagi, dia nggak salah. Dia nggak salah, dan semua orang menganggap gue salah. Siapa peduli akan apa yang gue rasakan, siapa mengerti tentang harapan gue, siapa yang mau mengerti diri gue yang seperti ini? Perlahan, gue seperti kembali ke masa lalu. Ketika gue dianggap sebagai kasat mata dan hanya sedikit orang yang peduli. Gue terima diperlakukan sebagai orang tidak kasat mata, tapi gue tidak ingin memiliki masalah diri sendiri dengan teman dekat gue sendiri.
Seperti yang gue bilang diatas, bagi gue teman adalah the one and only. Tidak mudah bagi gue untuk berbaur dengan orang lain yang jelas – jelas tidak mau menerima gue, atau gue yang memang enggan membuka diri gue. Gue orang yang tidak mau peduli, terlalu mementingkan diri sendiri, egois, mudah iri hati, tapi dibalik itu gue sangat peduli tentang teman dekat – alias sahabat – yang mungkin dianggap sebelah mata bagi beberapa orang.
Gue tidak ingin kehilangan teman dekat gue – dia. Sungguh. Tapi gue sangat takut rasa itu akan muncul kembali. Silahkan bilang gue buruk. Jahat. Kenyataannya memang seperti itu, ya? Pantas tidak ada yang mau menerima gue, hanya beberapa orang.
Mudah sih… semua yang menjadi tempat curhat gue berpendapat yang sama. Jangan iri. Simpel. Mengikhlaskan. Nanti bisa berujung dendam.
Tapi itu tidak mudah. Walau gue sudah menanamkan hal itu pada pikiran gue, tetap saja hati gue sering berkata sebaliknya.
Gue tidak takut dendam, yang gue takutkan adalah diri gue sendiri. Gue takut jika gue iri, gue akan down. Gue sering begitu. Ketika gue iri, gue selalu merasa tidak mampu dan akhirnya menyalahkan diri gue sendiri. Itu yang terjadi ketika dia mendapatkan kesempatan magang duluan tempo lalu.
Gue akan menyesal. Takut dan khawatir yang tidak perlu dengan diri gue. Lalu, ketika yang gue khawatirkan terjadi, rasa takut gue datang, yang bisa gue lakukan hanya menangis. Mengurung diri di kamar. Gue merasa kesepian. Gue merasa tersesat. Gue merasa kalau gue hanya sendiri.

Tolong.
Gue nggak ingin perasaan yang muncul tanpa bisa dikendalikan ini membuat orang – orang sekitar gue enggan mau bersama gue, dan selalu menganggap gue manusia yang salah dan penuh dosa. Gue butuh orang yang menerima gue yang seperti ini, meningatkan gue jika masih ada harapan lain yang mungkin tertunda, memercayai adanya keajaiban suatu saat nanti, dan disuatu hari masih ada yang terbaik untuk gue. [ tuh kan… gue menangis lagi… ]
Maaf. Maaf. Maaf.
Jika gue tidak bisa menahan dan menghapus pribadi jelek gue ini. Jika gue tidak mau membaur duluan dengan orang lain karena gue takut hanya ada orang yang bersikap baik didepan tapi membicarakan hal buruk gue dibelakang. Jika gue mudah iri hati karena gue selalu mengharapkan hal yang banyak dan tinggi. Jika gue egois karena selalu mengkhawatirkan diri gue sendiri.

Hanya ada satu cara yang tersisa.
Ketika gue merasa sendirian dan tersesat seperti ini, hampir setiap saat gue mengingat Tuhan (loh biasanya gimana? Biasanya gue hanya mengingat-Nya ketika sedang beristirahat saja, - re: menjelang tidur - nggak hampir tiap saat). Gue percaya mungkin ini adalah salah satu takdir yang dibuat oleh-Nya, dan seperti karakter Tara yang gue bentuk dalam novel, gue seharusnya bisa bertahan. Pasrah. Berjuang. Walaupun hal itu mungkin hal yang paling sulit bagi gue saat ini.
Bertahan.
Semoga gue mampu. Gue pasti bisa, kan?
Gue ingin berjuang seperti-Nya. Bertahan seperti-Nya. Meminta maaf lebih dulu agar hati ini tenang.
Selamat hari paskah. Semoga setiap masalah yang kita hadapi, semua memiliki titik terang. Terutama tentang masalah dirimu sendiri.

Regards,
-Himawari Natalia-

Sabtu, 27 Februari 2016

Life After You - Daughtry (Lirik Lagu dan Terjemahan)



Ten miles from town and I just broke down
Sepuluh mil dari kota dan mobilku mogok
Spittin’ out smoke on the side of road
Memuntahkan asap hitam ke tepi jalan
I’m out here alone just tryin’ to get home
Aku disini seorang diri, mencoba untuk pulang
To tell you I was wrong but you already know
Untuk memberitahumu bahwa dulu aku salah tapi kau pasti sudah tahu

Believe me I won’t stop at nothin’
Percayalah padaku, meski apapun yang terjadi aku takkan berhenti
To see you so I’ve started runnin’
Untuk bertemu denganmu, karena itu aku mulai berlari

Chrous
All that I’m after is a life full of laughter
Semua yang kucari adalah hidup yang penuh canda tawa
As long as I’m laughing with you
Selama aku tertawa bersamamu
I’m thinkin’ that all that still matters is love ever after
Kupikir dari semua hal yang penting adalah cinta selama-lamanya
After the life we’ve been through
Setelah semua yang kita alami
‘Cause I know there’s no life after you
Karena kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

Last time we talked, the night that I walked
Terakhir kita bicara, adalah malam ketika aku berjalan pergi
Burns like an iron in the black of my mind
Membakar seperti setrika di punggungku
I must’ve been high to say you and I
Aku pasti sedang mabuk saat berkata kau dan aku
Weren’t meant to be and just wastin’ my time
Tak ditakdirkan bersama dan hanya buang-buang waktuku

Oh, why did I ever doubt you?
Oh, mengapa dulu aku meragukanmu?
You know I would die here without you
Kamu tahu aku akan mati disini tanpamu

Chrous
All that I’m after is a life full of laughter
Semua yang kucari adalah hidup yang penuh canda tawa
As long as I’m laughing with you
Selama aku tertawa bersamamu
I’m thinkin’ that all that still matters is love ever after
Kupikir dari semua hal yang penting adalah cinta selama-lamanya
After the life we’ve been through
Setelah semua yang kita alami
‘Cause I know there’s no life after you
Karena kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

You and I, right or wrong, there’s no other one
Kau dan aku, benar atau salah, tak ada yang lain
After this time I spent alone
Setelah semua ini akan kulewati sendiri
It’s hard to believe that a man with sight could be so blind
Sulit dipercaya seorang pria yang bisa melihat juga bisa begitu buta
Ten miles from town and I just broke down
Sepuluh mil dari kota dan mobilku mogok
Spittin’ out smoke on the side of road
Memuntahkan asap hitam ke tepi jalan
I’m out here alone just tryin’ to get home
Aku disini seorang diri, mencoba untuk pulang
To tell you I was wrong but you already know
Untuk memberitahumu bahwa dulu aku salah tapi kau pasti sudah tahu

Believe me I won’t stop at nothin’
Percayalah padaku, meski apapun yang terjadi aku takkan berhenti
To see you so I’ve started runnin’
Untuk bertemu denganmu, karena itu aku mulai berlari

Chrous
All that I’m after is a life full of laughter
Semua yang kucari adalah hidup yang penuh canda tawa
As long as I’m laughing with you
Selama aku tertawa bersamamu
I’m thinkin’ that all that still matters is love ever after
Kupikir dari semua hal yang penting adalah cinta selama-lamanya
After the life we’ve been through
Setelah semua yang kita alami
‘Cause I know there’s no life after you
Karena kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

Last time we talked, the night that I walked
Terakhir kita bicara, adalah malam ketika aku berjalan pergi
Burns like an iron in the black of my mind
Membakar seperti setrika di punggungku
I must’ve been high to say you and I
Aku pasti sedang mabuk saat berkata kau dan aku
Weren’t meant to be and just wastin’ my time
Tak ditakdirkan bersama dan hanya buang-buang waktuku

Oh, why did I ever doubt you?
Oh, mengapa dulu aku meragukanmu?
You know I would die here without you
Kamu tahu aku akan mati disini tanpamu

Chrous
All that I’m after is a life full of laughter
Semua yang kucari adalah hidup yang penuh canda tawa
As long as I’m laughing with you
Selama aku tertawa bersamamu
I’m thinkin’ that all that still matters is love ever after
Kupikir dari semua hal yang penting adalah cinta selama-lamanya
After the life we’ve been through
Setelah semua yang kita alami
‘Cause I know there’s no life after you
Karena kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

You and I, right or wrong, there’s no other one
Kau dan aku, benar atau salah, tak ada yang lain
After this time I spent alone
Setelah semua ini akan kulewati sendiri
It’s hard to believe that a man with sight could be so blind
Sulit dipercaya seorang pria yang bisa melihat juga bisa begitu buta
Thinkin’ ‘bout the better times, must’ve been outta my mind
Berpikir saat-saat yang lebih baik, pastilah aku sudah tidak waras
So I’m runnin’ back to tell you
Maka aku berlari kembali untuk memberitahumu

All that I’m after is a life full of laughter
Yang kucari hanyalah hidup yang penuh canda tawa
Without you God knows what I’d do, yeah
Tanpamu Tuhan tahu apa yang akan kulakukan

Chrous
All that I’m after is a life full of laughter
Semua yang kucari adalah hidup yang penuh canda tawa
As long as I’m laughing with you
Selama aku tertawa bersamamu
I’m thinkin’ that all that still matters is love ever after
Kupikir dari semua hal yang penting adalah cinta selama-lamanya
After the life we’ve been through
Setelah semua yang kita alami
‘Cause I know there’s no life after you
Karena kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

Know there’s no life after you(7x)
Kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimuThinkin’ ‘bout the better times, must’ve been outta my mind
Berpikir saat-saat yang lebih baik, pastilah aku sudah tidak waras
So I’m runnin’ back to tell you
Maka aku berlari kembali untuk memberitahumu

All that I’m after is a life full of laughter
Yang kucari hanyalah hidup yang penuh canda tawa
Without you God knows what I’d do, yeah
Tanpamu Tuhan tahu apa yang akan kulakukan

Chrous
All that I’m after is a life full of laughter
Semua yang kucari adalah hidup yang penuh canda tawa
As long as I’m laughing with you
Selama aku tertawa bersamamu
I’m thinkin’ that all that still matters is love ever after
Kupikir dari semua hal yang penting adalah cinta selama-lamanya
After the life we’ve been through
Setelah semua yang kita alami
‘Cause I know there’s no life after you
Karena kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

Know there’s no life after you(7x)

Kutahu tak ada hidup setelah berpisah darimu

Sifat Seseorang Menurut Tanggal Kelahiran

Halo!
Terkadang kita ingin tahu bagaimana sifat seseorang dengan mudah, bukan? Salah satunya yang paling mudah adalah dengan cara menebaknya berdasarkan tanggal lahir. Yuk kita simak, apakah karakter orang disekitarmu!


  1. Mudah terpengaruh, suka bertindak gegabah, banyak akalnya dan pandai dalam segala pekerjaan
  2. Baik budi, pandai bergaul, ulet, pantang menyerah, namun mempunyai pendirian tidak tetap dan berubah-ubah.
  3. Ramah, pandai mengambil hati, teliti, disukai teman-teman, pandai bergaul, tapi kalau sudah ada maunya tidak dapat dihalangi lagi.
  4. Baik hati, memiliki banyak teman, pnuya inisiatif, gaya bicaranya baik dan mudah mendapat rejeki.
  5. Banyak kemauan, tidak mudah puas dengan apa yang dimiliki, punya disiplin tinggi, kalau bekerja tidak pernah sampai tuntas.
  6. Pelupa, pemboros, malas, cara berpikirnya lamban, tidak suka menangani hal yang berat-berat, namun mempunyai banyak teman.
  7. Pandai, mempunyai otak yang cerdas, tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki dan suka berganti kekasih.
  8. Pandai bergaul, mempunyai banyak teman, baik hati sopasn santun dan memiliki kemauan yang besar.
  9. Baik hati, suka uring-uringan,senang menolong orang dalam kesusahan, keras hati namun mau mengalah.
  10. Suka mencari muka, senang dipuji, brangasan, suka bertindak gegabah dan agak malas.
  11. Pandai menempatkan diri dengan baik, cinta kebenaran adil dan tidak bera t sebelah.
  12. Murah hati, rajin, pandai mengambil keputusan, suka hal-hal yang menyenangkan, dan tdiak segan  menolong orang yang disukainya.
  13. Pandai bicara, pandai menempatkan diri dalam pergaulan, cerdas , tidak suka diatur dan tidak mudah putus asa.
  14. Pandai bergaul, baik hati, suka ilmu pengetahuan, pandai mengambil hati dan mudah mencari rejeki.
  15. Setia kawan, rela berkorban baik hati, hormat pada orang tua namun mudah terpengaruh.
  16. Baik hati, agak pemalu , suka menolong mudah tersinggung dan agak pendendam
  17. Pandai bergaul, memiliki banyak teman jujur, periang suka berterus terang.
  18. Cerdas agak boros, seleranya tinggi suka keindahan cakap dalam segala hal dan pendendam
  19. Cepat naik darah, tidak sabaran, baik hati tidak tegaan dan selalu bersikap sosial terhadap apa saja.
  20. Pendiriannya tidak tetap, mudah termakan gosip, kurang percaya diri dan agak pemalas
  21. Senang dipuji, baik hati, pemurah, suka penolong dan punya pengalaman luas.
  22. Adil, tidak berat sebelah, suka berkarya, memuliki banyak pengetahuan dan mudah tergoda rayuan halus.
  23. Pandai bergaul, pandai mencari sumber rejeki cepat naik darah dan tidak pendendam
  24. Jujur tulus hati, punya pendirian kuat tidak materialistis dan sportif
  25. Suka ketenangan, cinta kedamaian, ahli pikir dan punya daya imajinasi kuat
  26. Suka bertindak gegabah, tidak pandai mengambil keputusan kurang teliti dan mudah tergoda
  27. Cinta damai, memiliki banyak teman, pandai menempatkan diri dan mau mengalah
  28. Punya inisiatif, pandai bicara, pikirannya selalu menghasilkan rencana bagus, namun suka menggunakan kesempatan dalam kesempitan
  29. Keras kepala tidak tegaan kalau sudah ada maunya tdaik dapat dihalangi dan selalu berusaha mendapat apa yang diinginkan dengan tekad bulat.
  30. Pandai memimipin, tidak mudah putus asa, memiliki bnayak teman ulet dan pandai mencari rejeki
  31. Pandai menempatkan diri, senang dipuji mudah terpengaruh dan cepat dalam hal pekerjaan
Tetapi ini semua belum tentu benar, loh. Semua kembali kepada kepercayaan masing-masing, terima kasih telah membaca! ^^
-Himawari Natalia-

Tanda Sahabat Ingin Menjadi Kekasih Kita

Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah sahabat menjadi cinta, bukan? Siapa bilang hal itu tidak mungkin? Memang begitu mudah merubah status perasaan kita terhadap sahabat yang berlawan jenis menjadi cinta.
Berikut tanda-tanda sahabat yang ingin menjadi kekasih kita, alias jatuh cinta pada kita.
Apakah sahabat kamu termasuk salah satunya?



Tatapan mata yang berbeda

Seorang sahabat ketika menatap kita dan ketauan lalu memalingkan muka dari kita, itulah salah satu ciri-ciri bahwa dia mulai kagum dengan kecantikan kita atau tertarik dengan kita. Mata nggak bisa berbohong.

Mendadak marah

Biasanya kita selalu curhat dengan sahabat kita tentang cowok gebetan kita. Tapi suatu waktu sahabat ini marah pas kita lagi curhat tentang gebetan kita. Seakan dia cemburu. Itulah tanda cinta.

Selalu ada

Dia rela selalu ada disisi kita ketika kita bosan atau sedih, perngorbanan dia melebihi pengorbanan kita atau bahkan gebetan kita.

Selalu ngajak jalan berdua

Kalau kita dan sahabat selalu jalan berduaan, kebiasaan ini tanpa kita sadari akan menimbulkan rasa cinta yang lebih besar sehingga kita malah lebih nyaman bersama dia daripada pacar atau gebetan kita.

Suka menggoda

Dia suka menggoda atau merayu kita dengan kalimat yang berhubungan dengan perasaan. Misalnya, "kalau aku pakai baju ini, pasti kamu bakalan jatuh cinta sama aku... hehehe." Kita harus jeli, bisa saja rayuan tersebut memang rayuan yang berasal dari hatinya.

Sumber: kawankumagz.com