When you try your best but you don't succeed
Saat kau berusaha sebaik-baiknya namun kau tak berhasil
When you get what you want but not what you need
Saat kau dapatkan yang kau inginkan namun tak kau butuhkan
When you feel so tired but you can't sleep
Saat kau merasa begitu lelah namun tak bisa terlelap
Stuck in reverse
Selalu terbayang masa lalu
And the tears come streaming down your face
Dan air mata mengalir di wajahmu
When you lose something you can't replace
Saat kau kehilangan sesuatu yang tak tergantikan
When you love someone but it goes to waste
Saat kau mencintai seseorang namun bertepuk sebelah tangan
Could it be worse?
Adakah yang lebih buruk dari itu?
CHORUS
Lights will guide you home
Cahaya 'kan mengantarmu pulang
And ignite your bones
Dan menyulut belulangmu
And I will try to fix you
Dan aku kan berusaha membenahimu
And high up above or down below
When you're too in love to let it go
Saat kau terlalu cinta dan tak bisa melepaskannya
But if you never try you'll never know
Namun jika tak pernah mencoba kau takkan pernah tahu
Just what you're worth
Betapa berharga dirimu
CHORUS
Tears stream down your face
Air mata mengalir di wajahmu
when you lose something you cannot replace
Saat kau kehilangan sesuatu yang tak tergantikan
Tears stream down your face
Air mata mengalir di wajahmu
And I
Dan aku
Tears stream down your face
Air mata mengalir di wajahmu
I promise you I will learn from my mistakes
Janjiku padamu aku kan belajar dari kesalahanku
Tears stream down your face
Air mata mengalir di wajahmu
And I
Dan aku
CHORUS
Hidup itu seperti playlist. Di suatu waktu, kita perlu memutar kembali ingatan untuk mengetahui apa yang telah terlewati. Inilah bagian kecil dari hidupku yang akan kubagikan. Xoxo, welcome~!
Minggu, 08 November 2015
Jumat, 06 November 2015
Lingkup Pergaulan Introvert
Saya pernah bertengkar dengan salah satu teman saya, dan tahu akhirnya dia menyudutkan saya dengan cara apa?
Dia bilang, "Sahabat gue banyak kali, nggak kayak lo. Temen macam apa lo yang ngelakuin temennya kayak gitu? Emang ada yang mau ngajak lo jalan? Asal lo tau, KITA itu sering jalan bareng."
Sejujurnya, saya sempat nge-down, sih. Serius deh. Saya berpikir berkali-kali, "emang salah kalau gue membatasi diri gue dalam pergaulan?" atau, "emang penting banget ya punya temen?"
Saya sempat bergalau ria selama bebeberapa waktu. Siapa sih, yang suka dibilang begitu? Walau saya waktu itu menjawabnya dengan ekspresi datar dan tenang, tetep aja dalam hati saya jengkel banget. Huh. Akhirnya saya pun bercerita pada seorang kenalan saya melalui twitter. Saya berikan keluh kesah saya, dan dia bertanya, "kamu introvert, kan?"
Ya. Tentu saja dia benar. Lalu, dia melanjutkan penjelasannya pada saya, dari ceritamu, saya ketahui kalau temanmu itu ekstrovert. Bagi orang ekstrovert, pergaulan memang segalanya dan menganggap kamu yang kurang bergaul dan memiliki linkup pertemanan kecil adalah kekuranganmu. Ia bukan teman dekatmu, kan?
Ya. Teman saya memang bukan teman dekat, hanya dua orang yang sebatas saling mengenal. Kalau begitu jangan pedulikan, lanjut dia, seorang kenalan saya itu, dia bukan teman dekatmu dan tidak tahu apa-apa tentangmu.
Introvert memiliki pergaulan yang lebih sempit, karena mereka memilih siapa untuk masuk kedalam kehidupannya, tapi itu bukan berarti mereka tidak memiliki teman. Mereka memilih orang-orang yang bisa dipercayainya, dan orang-orang yang bisa menerima dirinya apa adanya.
Yup, kurang lebih seperti itu. Sebenarnya saya sering sedih sih, dianggap berbeda dari yang lain. Saya kadang suka merasa sendirian. Namun, ketika saya mengingat teman-teman dekat saya yang selalu menemani saya dalam suka dan duka selalu membuat diri saya merasa lebih baik.
Saya lebih memilih berada bersama teman-teman dekat saya yang memang peduli pada saya, mau tersenyum tulus untuk saya. Daripada teman-teman yang begitu banyak, tetapi akhirnya menertawakan diri saya dibelakang.
Untuk seluruh manusia berkepribadian introvert, jangan pernah minder, percaya dirilah akan dirimu. Walau lingkup pergaulanmu sempit, itu tidak berarti kau sendirian.
Regards,
Himawari Natalia.
Kamis, 05 November 2015
All of The Stars-Ed Sheeran(Lirik dan Terjemahan Indonesia)
Yup, berikut adalah soundtrack The Fault in Our Stars. Sebenarnya saya belum nonton filmnya sama sekali, tapi saya suka lagunya, hehehe.
Let's see!
It's just another night
Malam ini seperti malam-malam biasanya
And I'm staring at the moon
Dan kutatap rembulan
I saw a shooting star
Kulihat bintang jatuh
And thought of you
Dan kepikiran kamu
I sang a lullaby
Kunyanyikan lagu nina bobo
By the waterside and knew
Di tepi sungai dan kutahu
If you were here
Andai kau di sini
I'd sing to you
Kan kunyanyikan untukmu
You're on the other side
Kau sedang di sisi lain
As the skyline splits in two
Saat garis langit terpecah dua
I'm miles away from seeing you
Aku bermil-mil jauhnya darimu
I can see the stars
Bisa kulihat bintang-bintang
From America
Dari Amerika
I wonder, do you see them, too?
Aku bertanya-tanya, apakah kau juga melihatnya?
Malam ini seperti malam-malam biasanya
And I'm staring at the moon
Dan kutatap rembulan
I saw a shooting star
Kulihat bintang jatuh
And thought of you
Dan kepikiran kamu
I sang a lullaby
Kunyanyikan lagu nina bobo
By the waterside and knew
Di tepi sungai dan kutahu
If you were here
Andai kau di sini
I'd sing to you
Kan kunyanyikan untukmu
You're on the other side
Kau sedang di sisi lain
As the skyline splits in two
Saat garis langit terpecah dua
I'm miles away from seeing you
Aku bermil-mil jauhnya darimu
I can see the stars
Bisa kulihat bintang-bintang
From America
Dari Amerika
I wonder, do you see them, too?
Aku bertanya-tanya, apakah kau juga melihatnya?
So open your eyes and see
Maka bukalah matamu dan lihatlah
The way our horizons meet
Bertemunya cakrawala kita
And all of the lights will lead
Dan semua cahaya kan memandu
Into the night with me
Ke dalam malam bersamaku
And I know these scars will bleed
Dan aku tahu luka ini kan berdarah
But both of our hearts believe
Dan hati kita berdua yakin
All of these stars will guide us home
Semua bintang-bintang ini kan memandu kita pulang
I can hear your heart
Bisa kudengar hatimu
On the radio beat
Di detak radio
They're playing 'Chasing Cars'
Sedang memainkan 'Chasing Cars'
And I thought of us
Dan terpikir olehku tentang kita
Back to the time
Kembali saat
You were lying next to me
Kau berbaring di sisiku
I looked across and fell in love
Kupandangi dan aku jatuh cinta
So I took your hand
Maka kugenggam tanganmu
Back through lands and streets I knew
Lewati daratan dan jalan-jalan yang kutahu
Everything led back to you
Semuanya mengarah kembali padamu
So can you see the stars?
Jadi bisakah kau lihat bintang-bintang itu?
Over Amsterdam
Di atas Amsterdam
You're the song my heart is
Kaulah lagu yang hatiku
Beating to
Mendendangkannya
So open your eyes and see
Maka bukalah matamu dan lihatlah
The way our horizons meet
Bertemunya cakrawala kita
And all of the lights will lead
Dan semua cahaya kan memandu
Into the night with me
Ke dalam malam bersamaku
And I know these scars will bleed
Dan aku tahu luka ini kan berdarah
But both of our hearts believe
Dan hati kita berdua yakin
All of these stars will guide us home
Semua bintang-bintang ini kan memandu kita pulang
And, oh, I know
Dan, oh, aku tahu
And oh, I know, oh
Dan oh, aku tahu, oh
I can see the stars
Bisa kulihat bintang-bintang
From America
Dari Amerika
Seminar: Gemar Membaca (Perpustakaan Nasional)
Um, sebenarnya saya juga agak lupa dengan tema seminar yang baru saja saya ikuti beberapa hari lalui. Pokoknya kurang lebih berhubungan dengan "Gemar Membaca", "Perpustakaan Nasional" dan akhirnya berujung pada "Menulis".
Saya juga nggak terlalu memperhatikan banget apa saja materi seminar tadi, maklum, semalem tidur pagi dan kurang tidur saat ngikutin acaranya :v tapi ada beberapa hal 'sedikit' yang kuingat dalam sesi tanya jawab dan ingin kubahas disini :)
1. Kalau nggak salah ada yang bertanya atau kurang lebih berpendapat, jika rata-rata penerbit menentukan kriteria tertentu untuk menerbitkan novel, jadi tidak semua penulis karyanya bisa diterbitkan.
Yah, satu hal yang ingin kutegaskan. Jika 'penerbit' tidak memberikan kriteria untuk menerbitkan naskah novel, dan menerbitkan karya siapapun, itu sama saja berarti membuat buku yang kualitasnya kurang baik. Tidak semua penulis/orang dapat menulis dengan baik, kan? Lantas, jika penerbit menerbitkan naskah yang tidak layak baca, memang ada yang mau membacanya? Tidak, kan?
Karena itu penerbit memberikan kriteria dalam menulis.
2. Kenapa tidak menyediakan buku dalam bentuk e-book di era orang lebih suka menggunakan gadjet seperti sekarang ini?
Menurutku pertanyaan semacam ini sedikit konyol. Buku yang diterbitkan selalu memiliki hak cipta yang tertulis pada surat perjanjian penerbitan. Jadi, isi buku tidak bisa sembarang disebarluaskan, apalagi melalui internet. Setidaknya, hanya memberikan kurang lebih sebagian isi buku diinternet.
Kalau keseluruhan isi, wah, sudah melanggar hak cipta itu.
Apa lagi ya? Sudah dua minggu berlalu dan saya agak lupa, yang kuingat hanya itu ><
Kalau begitu sampai disini saja, semoga artikel kali ini bermanfaat!
Budayakan membaca untuk masa depan Indonesia!
Saya juga nggak terlalu memperhatikan banget apa saja materi seminar tadi, maklum, semalem tidur pagi dan kurang tidur saat ngikutin acaranya :v tapi ada beberapa hal 'sedikit' yang kuingat dalam sesi tanya jawab dan ingin kubahas disini :)
1. Kalau nggak salah ada yang bertanya atau kurang lebih berpendapat, jika rata-rata penerbit menentukan kriteria tertentu untuk menerbitkan novel, jadi tidak semua penulis karyanya bisa diterbitkan.
Yah, satu hal yang ingin kutegaskan. Jika 'penerbit' tidak memberikan kriteria untuk menerbitkan naskah novel, dan menerbitkan karya siapapun, itu sama saja berarti membuat buku yang kualitasnya kurang baik. Tidak semua penulis/orang dapat menulis dengan baik, kan? Lantas, jika penerbit menerbitkan naskah yang tidak layak baca, memang ada yang mau membacanya? Tidak, kan?
Karena itu penerbit memberikan kriteria dalam menulis.
2. Kenapa tidak menyediakan buku dalam bentuk e-book di era orang lebih suka menggunakan gadjet seperti sekarang ini?
Menurutku pertanyaan semacam ini sedikit konyol. Buku yang diterbitkan selalu memiliki hak cipta yang tertulis pada surat perjanjian penerbitan. Jadi, isi buku tidak bisa sembarang disebarluaskan, apalagi melalui internet. Setidaknya, hanya memberikan kurang lebih sebagian isi buku diinternet.
Kalau keseluruhan isi, wah, sudah melanggar hak cipta itu.
Apa lagi ya? Sudah dua minggu berlalu dan saya agak lupa, yang kuingat hanya itu ><
Kalau begitu sampai disini saja, semoga artikel kali ini bermanfaat!
Budayakan membaca untuk masa depan Indonesia!
Langganan:
Postingan (Atom)